|| 1 Agustus : Hari ASI Sedunia | 5 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional | 6 Agustus : Hari Peringatan Bom Hiroshima - Nagasaki | 8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN | 9 Agustus : Hari Masyarakat Adat Internasional | 10 Agustus : Hari Veteran Nasional dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional | 12 Agustus : Hari Remaja Internasional | 13 Agustus : Hari Pengguna Tangan Kiri Internasional | 14 Agustus : Hari Pramuka (Praja Muda Karana) | 17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia | 18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia | 19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia | 21 Agustus : Hari Maritim Nasional | 24 Agustus : Hari Ulang Tahun TVRI dan Hari Jakarta Membaca | 30 Agustus : Hari Internasional Penghilangan Paksa |     

Penulis : Sri Puji Lestari, Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Malang.

 

Kabupaten Pamekasan merupakan kota terkenal di Madura yang mempunyai banyak generasi maju dibidang akademik dan non akademik. Tentunya atas dukungan lingkungan yang sangat berpengaruh dalam menentukan minat dan bakat peserta didik. Seperti berasal dari sekolah yang maju, suasana belajar yang nyaman, pergaulan yang positif serta dukungan guru dan orang tua.

Gaya belajar merupakan cara yang konsisten yang dilakukan oleh siswa dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memecahkan soal pada proses pembelajaran. Gaya belajar seseorang dibagi menjadi tiga tipe, yakni visual (dengan cara melihat), auditori (dengan cara mendengar), dan kinestetik (metode belajar yang banyak melibatkan gerakan).

Menurut pengamatan penulis, bentuk gaya belajar yang banyak dimiliki siswa dalam kegiatan belajar mengajar adalah gaya belajar kinestetik. Karena mereka banyak mengembangkan potensinya dibidang non akademik. Gaya belajar kinestetik merupakan metode belajar yang banyak melibatkan gerakan. Tipe ini akan mudah mengingat informasi dengan langsung mempraktekannya dibandingkan hanya mendengarkan atau membaca teori. Siswa tersebut meningkatkan gaya belajarnya dengan cara mengembangkan bakat yang mereka miliki. Sehingga antara bakat siswa yang satu dan lainnya berbeda. Contohnya ada yang berbakat dibidang seni (menari, musik) dan olahraga (sepak bola, lari, volly, dan sebagainya).

Setiap sekolah SD  mengadakan perlombaan yang diadakan saat berakhirnya  ujian akhir semester seperti lomba dibidang seni maupun olahraga.  Banyak peserta didik yang berpartisipasi untuk mengikuti lomba sesuai bakat masing-masing. Dari lomba tersebut guru bisa mengetahui potensi peserta didik dari pemenang lomba. Potensi peserta didik yang menang akan dikembangkan dan diikutsertakan ke lomba antar kabupaten. Dan akan didukung oleh bapak Bupati Pamekasan untuk mengikuti lomba se Jawa Timur, Nasional bahkan Internasional serta mendapatkan penghargaan sesuai kejuaraan. Maka, siswa akan semakin semangat berlomba-lomba untuk  mengasah kemampuan yang lebih baik lagi sesuai bidangnya masing-masing.

Dalam hal ini,  penulis menyimpulkan gaya belajar yang banyak dimiliki siswa SD di Pamekasan yaitu gaya belajar kinestetik. Mereka menyenangi belajar dengan metode praktik. Siswa tersebut meningkatkan gaya belajar kinestetik  dengan cara mengembangkan potensinya dibidang non akademik.

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 77 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432