|| 1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila  | 2 Oktober : Hari Batik Nasional | 5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) | 10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa | 15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang | 16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia & Hari Pangan Sedunia | 22 Oktober : Hari Santri Nasional | 24 Oktober : Hari Dokter Nasional & Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) | 27 Oktober : Hari Listrik Nasional | 28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda | 30 Oktober : Hari Keuangan |||||||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN – Kasus tumpukan sampah di Jalan Protokol Pamekasan mulai ada titik terang. Salah satu dugaan terbengkalainya sampah akibat pembuangan sampah oleh sebagian oknum warga yang kesal karena sampah di pemukiman mereka tidak diangkut. Padahal mereka mengaku sudah membayar iuran.

“Sudah tiga hari, sepanjang jalan di nugroho dan stadion sampah belum diangkut. Tempat tersebut merupakan inisiatif masyarakat namun tiap bulan membayar secara kolektif melalui dasa wisma,” Ungkap Siti Kudsiyah, salah satu warga Kelurahan Lawangan Daya kepada Tim Gate Keeper Radio Karimata pada Hari Jumat pagi, Tanggal 4 September 2020 lalu. 

Sementara Amin Jabir Kadis Lingkungan Hidup (DLH) sendiri berkilah karena belum maksimalnya peran masyarakat untuk memikirkan sampah yang tidak bisa dioleh secara maksimal, sehingga belum terangkutnya karena belum ada solusi terkait pengelolaan sampah dari wilayah tersebut, bahkan pembentukan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) sempat ditolak warga.

“Terkait dengan sampah yang berserekan di pinggir jalan merupakan kelalaian dan kesalahan dari teman-teman dan kami memohon maaf kepada masyarakat, insyaallah akan kami bersihkan pada senin besok,” ujarnya saat on air di radio Karimata usai rapat bersama di Balai Kecamatan Kota Pamekasan.

Ditanya tentang dugaan aksi “protes” balasan DLH terhadap warga yang menolak pengelolaan sampah, Amin Jabir menilai hal tersebut terlalu berlebihan.

“Ya terlalu kasar jika disebut demikian (Protes DLH) tapi intinya ada konsekuensi besar jika kita tidak memikirkan sampah bagi lingkungan kita, padahal kita punya cita-cita besar untuk membuat pamekasan terlihat cantik,” ungkapnya kepada radio Karimata, Minggu (06/09/2020) siang.

Untuk itu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, mulai dari program dan anggaran bagi pengelolaan sampah ini.

“Melalui rapat ini kita sudah membuatkan notulen rapat dan akan sampaikan ke tim anggaran untuk mendukung revitalisasi TPS3R kita membutuhkan sarana pendukung, seperti mesin press, kendaraan roda tiga, bahkan dump truck untuk yang berkapasitas besar,” tuturnya.

Sementara Rahmad Kurniadi Suroso Camat Kota Pamekasan berharap dimulai dari rapat bersama antara DLH, Camat Kota dan Camat Pademawu, lurah se Pamekasan serta pihak lain berkaitan pengelolaan sampah yang dilaksanakan hari Minggu (06/09/2020) siang, bisa membuat Pamekasan lebih baik terlebih persoalan sampah yang sedang ramai dibicarakan dalam sepekan terakhir.

“Setiap orang adalah penghasil sampah, oleh karen itu mari kita bersama-sama mengelola sampah, apabila kita tidak mampu mari kita percayakan rekan-rekan di TPS3R dengan kompensasi yang layak dan wajar” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam hampir sepekan terakhir sejumlah warga mengeluhkan tumpukan sampah dan bau yang kurang sedap akibat sampah yang menumpuk di pinggir jalan protokol Pamekasan. (Panca/hen)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 29 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432