||||||||| 1 OKTOBER : Hari Kesaktian Pancasila | 2 OKTOBER : Hari Batik Nasional | 5 OKTOBER : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) | 10 OKTOBER : Hari Kesehatan Jiwa | 15 OKTOBER : Hari Hak Asasi Binatang | 16 OKTOBER : Hari Parlemen Indonesia & Hari Pangan Sedunia | 22 OKTOBER : Hari Santri Nasional | 24 OKTOBER : Hari Dokter Nasional & Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) | 27 OKTOBER : Hari Listrik Nasional | 28 OKTOBER : Hari Sumpah Pemuda | 30 OKTOBER : Hari Keuangan |||||||||     

RADIO KARIMATA, BANGKALAN – Simpangsiur kabar gempa di Bangkalan, Madura yang berujung disorotnya media Radio Karimata dan Fanpage K123 karena dituding menyebarkan kabar bohong, akhirnya terungkap.

Kepala BMKG Tretes Pasuruan Jawa Timur akhirnya angkat bicara terkait simpang siurnya kabar gempa yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, dan terlanjur disebar oleh sejumlah netizen dan pendengar Radio Karimata.

“Gempa itu benar adanya, bukan hoax, pusat gempa terjadi di 95 Kilometer arah timur laut Kabupaten Bangkalan dengan kekuatan 4,6 SR, tepatnya di 6,19 LS dan 113,07 BT, dengan kedalaman 576 Km,” Tegas Suwandi Kepala BMKG Tretes Pasuruan Jawa Timur saat on air di radio Karimata, Selasa (09/10/2018) malam.

Suwandi meluruskan info kedua dari petugas BMKG saat on air di Radio Karimata. Ia bilang, gempa memang tidak terasa bagi warga Bangkalan karena jarak dan kedalaman pusat gempa terlalu jauh.

Ditanya terkait perbedaan penjelasan dari Pak Fajar Juru info dari BMKG yang sempat membantah kabar awal dari Karimata.

“Beliau (Fajar.red) memang dari BMKG tapi selaku forecaster bagian peringatan untuk gelombang, kemungkinan tidak mendapatkan info yang benar, sehingga menyangkal info gempa tersebut,” paparnya.

Suwandi juga memaparkan terkait keterangan salah satu staf BMKG Surabaya bahwa gempa tak terdeteksi. “Jika pak Fajar menyebut bahwa tidak tercatat juga tidak benar, seismik  tercatat 8 lebih getaran seismiknya, memang tak terasa (bagi manusia.red),” Pungkasnya.

Sebelumnya Radio Karimata mengabarkan info awal terkait gempa yang terjadi sekitar Jam 17.13 Wib di utara Bangkalan, Madura, berdasar info dari petugas BPBD dari grup bersama petugas BMKG.

“Gatekeeper kami (Radio Karimata) dengan segera mengabarkan info gempa tersebut karena dishare oleh rekan BPBD yang juga dapat dari petugas BMKG di grup Whatsapp dan bisa dipertanggungjawabkan lengkap dengan keterangan dan gambar peta,” Jelas Hendra HZ Redaktur Radio Karimata.

Hendra juga meminta maaf jika terjadi kesimpang siuran, namun pihaknya sudah menjalankan kaidah jurnalistik dan undang-undang penyiaran 32 tahun 2002, karena Informasi bencana alam dari sumber yang berkompeten, wajib segera untuk cepat disampaikan.

“Kita sesuai dengan Pasal 17 ayat 10 dan 11 Peraturan Pemerintah no 50 tahun 2005 Undang-Undang No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), tapi justru sumber kompeten tersebut melakukan kesalahan alias salah analisa antar petugas BMKG, ya harus cepat, bagaimana, misalkan ada kabar tsunami terus nunggu berapa lama” Ucapkan dengan tegas.

Ia mengaku wajar jika netizen dan pendengar bereaksi minus terhadap media, karena info pertama yang benar itu justru dibantah oleh petugas BMKG. “Wajar karena mereka terlanjur menyebarkan berita gempa itu, ternyata diralat, eh akhirnya balik lagi, kabar itu benar,” Katanya sambil geleng-geleng.

Hendra HZ yang juga wartawan senior di Pamekasan ini menceritakan alur pemberitaan gempa di Bangkalan tersebut.

“Pertama GK Karimata mendapat kabar dari Sumber BPBD dan grup BMKG kami anggap kompeten, dan on air serta rilis di medsos, selanjutnya untuk update info tersebut, kami menghubungi BMKG Surabaya diterima Pak Fajar juga onair di Radio, Nah justru kabar itu dibantah, yaa kami langsung meralat kabar pertama, tapi ini juga diluruskan oleh Kepala BMKG Tretes Pasuruan,” terang Hendra.

“Pak Fajar itu justru bilang seismik milik BMKG tidak mencatat, bahkan katanya gempa ada tapi di Kabupaten Palu dan tidak terasa di Madura dan dua kali penyiar kami tanyakan dan jawabannya informasi itu tidak benar,” Tambah Jurnalis Radio yang pernah menerima Anugerah Pelestarian Kebudayan dalam Program mini features radio dari Kemendikdub RI tahun 2016

Hingga akhirnya Kepala BMKG Tretes Suwandi meluruskan bantahan dari Fajar, bahwa info pertama yang disampaikan Radio Karimata itu benar. “Intinya benar terjadi gempa di timur laut Bangkalan, Jika pak Fajar menyebut bahwa tidak tercatat, keterangan itu juga tidak benar, seismik  tercatat 8 lebih getaran seismicnya, memang tak terasa (bagi manusia.red),” Pungkasnya. (Inest/Hen)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 33 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432