|| 1 Januari: Hari Tahun Baru Masehi (Internasional)  | 3 Januari: Hari Departemen Agama Republik Indonesia | 5 Januari: Hari Korps Wanita Angkatan Laut | 10 Januari: Hari Gerakan Satu Juta Pohon & Hari Tritura | 15 Januari: Hari Peristiwa Laut dan Samudera atau Hari Dharma Samudera | 25 Januari: Hari Gizi dan Makanan & Hari Kusta Internasional | 28 Januari: Hari Imlek  |||||||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Cuaca ekstrim selama tiga hari terakhir di wiliyah Madura menyebabkan banyak kejadian bencana yang terjadi di pulau garam, Madura. Seperti banjir di Sampang selama dua hari berturut – turut, longsor di wilayah Desa Waru Barat Kecamatan Waru Pamekasan, dan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep.

Bahkan, akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi di wilayah kota Pamekasan menyebabkan pohon besar yang berada di Jl. Masegit Pamekasan (depan kantor pos Pamekasan) tumbang dan melintang di tengah jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas di jalan tersebut terganggu, Sabtu (04/02/2016). Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Budi Cahyono, korlap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan bilang, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 wib disaat hujan deras di wiliayah tersebut, beruntung tidak mengenai pengendara yang melintas.

“Yaa kami bersama Tim Reaksi Cepat (TRC ) BPBD Kabupaten Pamekasan langsung menuju lokasi saat ada informasi pohon roboh. Bersama polisi dan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera membereskan pohon tersebut”, papar Budi kepada Radio KARIMATA.

Sementara di Desa Mapper Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, sebuah tiang listrik roboh akibat angin kencang di wilayah tersebut, Sabtu (04/02/17) sore. Elman Dhuro, warga sekitar kepada Radio KARIMATA menjelaskan, kejadian itu bersamaan dengan hujan dan angin kencang sehingga membuat salah satu tiang itu roboh.

“Lokasinya jauh dari pemukiman warga, sehinga tidak ada korban dalam peristiwa tersebut namu listrik padam di wiliyah tersebut”, terang elman.

Sebelumnya, Eko Prasetyo, Prakirawan BMKG Juanda, kepada Radio Karimata mengatakan cuaca ekstrim diperkirakan masih akan terjadi hingga empat hari kedepan, Rabu (02/02/17).

“Catatan gelombang untuk wilayah Madura mulai dari 2,5 – 4 meter. Kondisi ini buruk untuk para pengguna lalu lintas laut. Jadi kami himbau para nelayan untuk tidak melakukan aktifitas laut,” ujarnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu takut dan bermusuhan dengan cuaca, dan masyarakat diminta untuk lebih perhatian kepada lingkungan sekitar.(Sukri/Nst)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 112 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432