|| 1 Mei: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat & Hari Buruh Sedunia | 2 Mei: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) | 5 Mei: Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) & Hari Bidan Nasional | 11 Mei: Hari POM - TNI | 15 Mei: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta) | 16 Mei: Hari Wanadri | 17 Mei: Hari Buku Nasional | 19 Mei: Hari Korps Cacat Veteran Indonesia | 20 Mei: Hari Kebangkitan Nasional & Hari Bakti Dokter Indonesia | 21 Mei: Hari Peringatan Reformasi | 23 Mei: Hari Penyu Sedunia | 29 Mei: Hari Keluarga | 30 Mei: Hari Memberi | 31 Mei: Hari Tanpa Tembakau Sedunia ||||||     

RADIO KARIMATA, MADURA - Setiap Tanggal 12 Mei  diperingati sebagai Hari Perawat International (Nurse Day), peringatan ini pertama kali diperkenalkan oleh International Council Nurses (ICN) pada 1965. Penetapan tanggal 12 Mei sebagai Hari Perawat Internasional dilakukan ICN pada Januari 1974. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari lahir perawat Inggris dan Filsuf dasar keperawatan modern, Florence Nightingale.

Di momentum hari Perawat Internasional tahun 2022 ini, ada banyak harapan dari sejumlah perawat di Madura, Jawa Timur, diantara keselamatan dan kenyamanan saat bertugas menangani pasien ditengah Pandemi Covid 19.

Lizazatul Fuadiyah S.kep (30), salah satu perawat di Kabupaten Sumenep berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah terkait nasib para perawat yang berstatus non PNS.

Menurutnya, tugas perawat menangani pasien bukan parkara mudah sebab tidak hanya penanganan secara medis dan psikologis agar pasien sembuh.

“Kesejahteraan itu sangat penting mas, untuk menunjang kinerja profesional perawat terutama kami yang belum PNS”, harap Ica sapaan akrab Lizazatul Fuadiyah.

Perawat Puskesmas Ganding Sumenep menambahkan, banyak perawat di Kabupaten Sumenep yang belum sejahtera namun mereka mengabdikan sepenuh waktu untuk masyarakat.

“Pekerjaan kita penuh dengan resiko, karena berkaitan dengan nyawa dan keselamatan pasien, jadi kami berharap pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan perawat”, tutupnya

Sementara Arini Widya Tritanti salah satu perawat asal Pamekasan berharap,  perawat Indonesia di masa kini mampu meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat demi terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Selain itu perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para perawat harus juga diperhatikan.

“Untuk  menjadi perawat profesional, perawat yang diperlukan untuk terus mengembangkan wawasan dalam bidang kesehatan dan terus melatih diri dan juga perlu kesejahteraan”, tuturnya kepada Radio Karimata.

Wakil Ketua Bidang Organiasai, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Sumenep, H.Nurun Naem menyebut, perawat merupakan pekerjaan yang penuh dengan resiko. ia mencontohkan banyak perawat di Kabupaten Sumenep yang gugur selama menangani pasien Covid 19.

"Oleh sebab itu penting sekali pemerintah memperhatikan kesejahteraan perawat yang bukan PNS,  pekerjaan sangat beresiko bahkan nyawa taruhannya", Kata Kepala Sub Bag Tata Usaha Puskesmas Pragaan, Sumenep.(Sukri/Ans)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 147 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432