|| 1 Maret: Hari Kehakiman Nasional & Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta  | 6 Maret: Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) | 8 Maret: Hari Wanita/Perempuan Internasional | 9 Maret: Hari Musik Nasional | 10 Maret: Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) | 11 Maret: Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) | 15 Maret: Hari Hak Konsumen Sedunia (Internasional) | 17 Maret: Hari Perawat Nasional | 18 Maret: Hari Arsitektur Indonesia | 20 Maret: Hari Dongeng Sedunia (Internasional) | 21 Maret: Hari Puisi Sedunia (Internasional) & Hari Hutan Sedunia (Internasional) & Hari Hutan Sedunia (Internasional) & Hari Sindrom Down (Internasional) | 22 Maret: Hari air sedunia (Internasional) | 23 Maret: Hari Meteorologi Sedunia (Internasional) | 24 Maret: Hari Peringatan Bandung Lautan Api & Hari Tuberkulosis Sedunia (Internasional) | 27 Maret: Hari Klub Wanita Internasional | 29 Maret: Hari Filateli Indonesia | 30 Maret: Hari Film Nasional |     

RADIO KARIMATA, SAMPANG – Tarif tes kesehatan di RSUD Moh. Zyn Sampang dikeluhkan karena di bandrol hingga Rp. 950 ribu.

Khalid Faruqi (35) yang merupakan salah seorang calon Komisaris Direktur Operasional PT. BPRS BAS Sampang mengeluhkan biaya tes kesehatan yang terlalu mahal di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sampang, padahal hasil tes kesehatan dibutuhkan oleh panitia untuk mengetahui kesehatan dari calon tersebut.

“Dipengumuman itu tidak ada persyaratan bahwa semua biaya yang muncul semuanya ditanggungkan pada peserta. Ketika cek kesehatan, di loket pembayaran saya diminta membayar Rp. 950 ribu. Saya kaget kenapa masih ada biaya di tes kesehatan, padahal di persyaratannya tidak ada,” jelasnya saat diwawancarai oleh Jurnalis Radio Karimata di Sampang pada Selasa (06/04/2021).

Sementara Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Nurul Hadi melalui Asisten Ketua Panitia Harunur Rasyid mengklarifikasi adanya keluhan atas pembiayaan tes kesehatan bahwa tarif tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) serta Peraturan Bupati (Perbup).

“Panitia seleksi memang bekerjasama dengan RSUD Sampang karena menjadi rumah sakit rujukan, karena kita ingin memastikan bahwa calon tersebut sesuai dengan kriteria. Terkait biaya itu sudah ada tarifnya, jadi RSUD Sampang itu tidak sembarangan mengenakan biaya tes kesehatan,” tegasnya pada Jurnalis Radio Karimata di Sampang pada Selasa (06/04/2021).

Yuliadi Setiawan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang bilang bahwa hal itu bertujuan untuk melakukan seleksi sesuai standart termasuk pada segi kesehatan.

“Seleksi itu diharapkan sesuai dengan standart agar betul-betul mendapatkan calon yang berkualitas baik, salah satunya dari segi kesehatan. Kalau dari standart kulitas kesehatan yang tahu pastinya dokter di rumah sakit, yang menjadi rujukan Pansel adalah RSUD Moh. Zyn Sampang. Kalau pemeriksaan kesehatan itu pasti ada jenis dan tarif biayanya, mahal tidaknya itu persepsinya setiap orang,” tuturnya saat diwawancarai oleh Jurnalis Radio Karimata di Sampang pada Selasa (06/04/2021).

Perlu di ketahui bahwa dalam seleksi penerimaan Komisaris dan Direktur Operasional PT. BPRS Bakti Artha Sejahtera (BAS) Sampang, pihak Pansel bekerja secara profesional dan transparan. (Qodir/Fit)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 115 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432