|| 2 Februari: Hari Lahan Basah Sedunia  | 4 Februari: Hari Kanker Dunia | 5 Februari: Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi (Zeven Provincien) | 9 Februari: Hari Kavaleri & Hari Pers Nasional (HPN) | 14 Februari: Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA) | 20 Februari: Hari Pekerja Indonesia | 22 Februari: Hari Istiqlal | 28 Februari: Hari Gizi Nasional Indonesia ||||||||||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN – Beredar isu bahwa seseorang yang divaksin tidak dapat melakukan donor darah bahkan membutuhkan waktu cukup lama untuk melakukan donor darah. Hal ini membuat masyarakat resah dan khawatir akan persediaan stok darah, terlebih dimasa pandemi Covid-19.

Merespon adanya isu tersebut, dr. Achmad Syafirullah Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Pamekasan menjelaskan bahwa terdapat Juknis (Petunjuk Teknis) donor darah yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Tentang Pelayanan Darah No. 7 Tahun 2011.

“Dalam PP tersebut sudah diatur tentang kapan, dan siapa yang boleh melakukan donor darah, dan disitu juga ada beberapa kriteria donor darah yang berkaitan dengan vaksinasi,” terangnya saat On Air di Dinamika Madura Radio Karimata pada Selasa (23/02/2021) siang.

Berdasarkan Juknis tersebut memang pasca dilakukan vaksinasi itu tidak boleh langsung dilakukan kegiatan donor darah. Seperti halnya setelah dilakukan vaksinasi rabies, mereka dapat melakukan donor darah setelah jangka waktu 1 tahun dari vaksinasi rabies.

“Vaksinasi lainnya misalkan jika seseorang dilakukan vaksinasi tetanus, itu baru bisa melakukan donor darah 2 minggu setelahnya. Sedangkan untuk vaksinasi polio, influenza, dan kolera itu berdasarkan Juknis juga ada ketentuannya minimal 24 jam sesudah vaksinasi baru bisa melakukan donor darah,” paparnya.

dr. Syafirullah juga memaparkan bahwa tidak semua vaksinasi mempunyai perilaku atau batas waktu dan ketentuan yang sama, tergantung dari jenis vaksin yang diberikan termasuk untuk vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

“Jadi berbeda-beda ketentuannya tergantung dari jenis vaksinasinya itu,” tambahnya.

Terkait vaksinasi Covid-19, Ia mengatakan bahwa PMI telah memberikan surat edaran pada Unit Donor Darah (UDD) diseluruh Indonesia terkait hasil dari penelitian yang telah dilakukan.

“Bahwa untuk yang dilakukan vaksinasi Covid-19 itu boleh melakukan donor darah setelah 4 minggu dari vaksinasi Covid-19 ke 2 atau 6 minggu setelah vaksinasi Covid-19 pertama. Karena kan untuk vaksinasi Covid-19 disuntikkan dua kali dan jarak antara vaksinasi pertama dan kedua itu rentangnya 2 minggu. Jadi secara aturan harus seperti itu,” tegasnya.

Sehingga dr. Syafirullah membantah adanya isu bahwa setelah divaksin Covid-19 tidak dapat mendonorkan darahnya.

Selain itu, bagi penyintas Covid-19 juga bisa melakukan donor darah yaitu dengan donor plasma konvalesen, dengan ketentuan jangka waktu satu bulan dari kesembuhan baru bisa melakukan donor darah. (Fitri/Mel)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Search

Who's Online

We have 101 guests and one member online

Logo Mitra Kerja

  

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432