images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55    |    1 September 2022: Peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan)     |    3 September 2022: Peringatan Hari Palang Merah Indonesia     |    4 September 2022: Peringatan Hari Pelanggan Nasional     |    8 September 2022: Peringatan Hari Pamong Praja     |    9 September 2022: Peringatan Hari Olahraga Nasional     |    11 September 2022: Peringatan Hari Radio Republik Indonesia     |    17 September 2022: Peringatan Hari Perhubungan Nasional & Peringatan Hari Palang Merah Nasional     |    24 September 2022: Peringatan Hari Tani     |    27 September 2022: Peringatan Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi & Peringatan Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)     |    28 September 2022: Peringatan Hari Kereta Api     |    29 September 2022: Peringatan Hari Sarjana Indonesia     |    30 September 2022: Peringatan Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI    images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg#joomlaImage://local-images/banners/LOGO-KARIMATA-BARU-DIPAKEK-2017.jpg?width=300&height=55

Live Streaming Radio KARIMATA FM

OFF

Program Acara

Jam:   -  

Kamis, 1 Desember 2022

Team Radio

Team Radio

Ilustrasi Tribunnews/Kompas
Ilustrasi Tribunnews/Kompas

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, Mamat Jalil, terlihat mengenakan seragam dinas polisi, Selasa (22/12/2015).
Aksi ini dilakukannya untuk mengelabui simpatisan pasangan calon Anjas Taher dan Nurdin Abas (An-Nur) yang menggelar aksi palang jalan beberapa jam sebelum dilaksanakan rapat pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih Halmahera Timur oleh KPU setempat kemarin.

Seluruh kendaraan dinas yang melintas dirazia oleh para simpatisan sehingga Mamat bersama sopirnya yang menggunakan mobil sekretariat KPU sempat tidak bisa melintas menuju kantor KPU padahal rapat pleno akan dimulai.

Dia pun mengaku balik arah dan menghubungi Kapolsek Wasile Selatan Ipda Anthonio Effan terdekat untuk mencari cara melewati kerumunan massa aksi.

Dengan izin Anthonio, Mamat akhirnya mengenakan seragam dinas milik salah satu polisi berpangkat brigadir.

"Saya minta Kapolsek mencari cara mengelabui pendukung An-Nur, karena mereka mengetahui ada komisioner KPU lintas Sofifi-Maba, saya diminta menggunakan setengah dinas polisi lengkap dengan topi. Kemudian saya didampingi Kapolsek menggunakan satu mobil melewati kerumunan massa," katanya.

Anthonio yang dihubungi Rabu (23/12/2015) membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, Pak Mamat meminta bantuan karena dalam perjalanan dari Sofifi menuju Maba ada aksi di sekitar di jembatan memasuki Desa Subaim. Saya mencarikan jalan keluar yakni memakaikan seragam polisi demi keselamatan penyelenggara negara karena pertepatan dengan pleno penetapan paslon terpilih," ungkapnya.