||||||||||||| | 16 OKTOBER : Hari Parlemen Indonesia & Hari Pangan Sedunia | 22 OKTOBER : Hari Santri Nasional24 OKTOBER : Hari Dokter Nasional & Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)27 OKTOBER : Hari Listrik Nasional 28 OKTOBER : Hari Sumpah Pemuda30 OKTOBER : Hari Keuangan |  ||||||||    

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Sedikitnya 200 santri dan santriwati Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata – Bata, Palengaan mengikuti sekolah jurnalistik yang dilaksanakan selama 7 hari terhitung sejak Jum’at (06/10/17) malam.

Kegiatan ini digelar bertujuan untuk memperkenalkan beberapa media kepada peserta diklat dengan harapan ilmu jurnalistik ataupun citizen journalism bisa diterapkan oleh santri dan santriwati serta keluarganya pada kegiatan sehari – hari.

Dari berbagai media, salah satu materi yang diberikan berupa ilmu pengetahuan jurnalistik radio yang digelar di Aula Ponpes Mambaul Ulum Bata – Bata, Senin (09/10/17) pagi. Dimana Hendra Zulkarnaen, reporter Radio Karimata sebagai pengisi materi dalam kegiatan tersebut.

Mila, salah satu santriwati yang mengikuti diklat mengaku senang bisa memperoleh ilmu jurnalistik dari Radio. “Ilmu ini sangat bermanfaat bagi saya, sebagai bekal di masa tua. Mungkin setelah lulus saya juga bisa jadi penyiar seperti mas,” ucapnya sembari tesenyum.

Mila berharap, dengan bekal ilmu pengetahuan jurnalistik radio, dirinya bisa mengamalkan ilmu tersebut kepada khalayak luas.

“Jarang – jarang di pondok ini diadakan diklat jurnalistik seperti ini, tapi saya harap kegaiatan ini bisa digelar secara rutin,” harapnya saat on air di Dinamika Madura.

Ilmu jurnalistik radio, menurut Mila mudah tapi susah. Sehingga dirinya perlu banyak belajar lagi tentang ilmu jurnalistik pada radio. Radio, lanjut Mila, merupakan media sepintas, cepat, murah dan fleksibel.

Sementara, Muhsin, salah satu alumni Ponpes Mambaul Ulum Bata – Bata sekaligus pemateri dalam sekolah jurnalistik, kepada Radio Karimata mengatakan, kedepan kegiatan tersebut akan digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali untuk memberikan pemahaman kepada santri dan santriwati agar dapat menulis. Entahitu menulis opini, cerpen, berita, atau karya ilmiah.

“Kegiatan ini juga di isi oleh beberapa media di Pamekasan, entah itu media online, cetak, radio, ataupun tv di Pamekasan,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan terori saja. Nantinya, di hari terakhir sekolah jurnalistik tersebut para peserta sekolah jurnalistik akan terjun ke lapangan untuk mewawancarai beberapa petugas di Pondok Pesantren yang nanti akan dijadikan sebuah opini ataupun berita, Kamis (12/10/17) malam.

Hasilnya akan dibedah oleh para panitia atau pemateri yang sudah memberikan ilmu pengetahuan sebelumnya. (Inest/Hen)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 22 guests and no members online