|||||||||||||  | 21 SEPTEMBER : Hari Perdamaian Dunia & Tahun Baru Islam 1439 H  | 24 SEPTEMBER : Hari Tani 26 SEPTEMBER : Hari Statistik | 27 SEPTEMBER : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) & Hari Pariwisata Sedunia  | 28 SEPTEMBER : Hari Kereta Api | 29 SEPTEMBER : Hari Sarjana Nasional | 30 SEPTEMBER : Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965  ||||||||         {{{{{{{{{{{{     SIMAK INFO HAJI 2017 SETIAP HARI SENIN - SABTU SETIAP JAM 10.00 & 15.00 HANYA DI KARIMATA FM DINAMIKA MADURA      }}}}}}}}}}}}}

RADIO KARIMATA, SITUBONDO – Penemuan sosok mayat laki laki tanpa identitas ditemukan mengapung di Perairan Laut Camplong, Sampang, Kamis (13/07/17) sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis 13 Juli kemarin akhirnya menemui titik terang.

Mayat pertama kali ditemukan oleh Arman (47) Kapten Kapal TB Mitra Anugrah 6 di area Pengeboran Migas PT. SANTOS, ternyata bernama Mohammad Farhan 10 tahun yang diperkirakan tenggelam bersama ayahnya Khalid Asy’ari pada hari Selasa Tanggal 11 Juli 2017 Sekitar Pukul 07.00 Wib lalu.

Meski baru 1 korban yang ditemukan, namun dipastikan kedua korban yang sempat hilang tersebut berasal dari Dusun Semek Timur Rt.01 Rw. 01 Desa Silomukti Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Menurut informasi dari tim SAR dan BPBD Situbondo lokasi kejadian berada di bibir pantai sekitar 800 - 1000 meter dari lokasi penemuan perahu yaitu: 7°44'17.5"S 113°45'42.2"E

Identitas korban bernama Khalid Asy'Ari, 38 Th ( Ayah ) bekerja sebagai PNS - GURU SD Alas Bayur Situbondo dan  Moh. Farhan, 10 Th ( Anak ).

Berdasar kronologis dari keluarga korban hari Senin, 10 Juli 2017 Sekitar Pukul 14.00 Wib seorang nelayan perahu pancingan ( pakisan ) bersama anaknya pergi melaut dan dikabarkan belum kembali pulang kerumah.

Selanjutnya pada hari Selasa, 11 Juli 2017, Tim Pusdalops BPBD Situbondo menerima laporan dari keluarga dan aparat setempat langsung menindak lanjuti ke Basarnas Pos SAR Jember serta Polairut Polres Situbondo dan segera melakukan kordinasi.  Tim Gabungan segera melakukan Operasi SAR yang diantaranya dari Basarnas langsung bergerak dari arah kalbut ke barat. Pusdalops BPBD Situbondo melakukan Operasi SAR Sekitar perairan mlandingan.

Hari pertama tidak membuahkan hasil, dilanjutkan hari Rabu, 12 Juli 2017, Tim SAR Gabungan Meliputi ( Pusdalops BPBD Situbondo, Basarnas, Polairut, Satpol PP, Tagana, Koramil, Polsek, & Warga Sekitar Serta Pihak Keluarga ) Kembali melakukan pencarian, termasuk penyelaman di beberapa titik diantaranya tempat penemuan sepatu korban. Dan Dihentikan  sekitar pukul 17.00 Wib karena kondisi sudah gelap.

Selanjutnya pada KAMIS, 13 Juli 2017 Pusdalops BPBD Situbondo melakukan kaji cepat dengan berkoordinasi berbagai pihak diantaranya Basarnas Pos Jember, Aparat Desa, Forkopimka, Polsek, Koramil, Dinas Terkait, dan mendapat laporan dari wilayah Camplong Sampang Madura.

Junaidi, anggota TNI Angkatan Laut (AL) Petugas Keamanan Laut (Kamla) Camplong,  Sampang kepada radio Karimata mengatakan, posisi mayat ditemukan pada koordinat 07" 16. 444 LS dan 113" 20. 199 BT.

“Mayat ditemukan dengan menggunakan kaos bermotif garis kuning hitam, dan menurut perkiraan meninggal dan hanyut 3 – 4 hari lamanya,” dalam rilis yang diterima team Gatekeeper Radio Karimata.

Mayat di evakuasi dengan menggunakan jaring dan dibawa dengan menggunakan TB Mitra Anugrah 6, dan dibawa ke Dermaga Syahbandar Branta di Desa Branta Pesisi Kec. Tlanakan, Pamekasan sekaligus serah terima dengan Polsek Camplong Sampang. Sekitar jam 20.30 Wib keluarga korban sudah mengambil jenasah untuk dibawa pulang. Sementara Jumat pagi kembali dilakukan pencarian disekitar lokasi untuk korban kedua yaitu Khalid As’ari yang juga ayah korban.

Hingga Jumat (14/07/2017) Siang pencarian jenasah Sang Ayah masih dilakukan dan belum ada kabar lebih lanjut. Fokus pencarian bergeser ke arah barat mengikuti arah arus laut atau di sekitar perairan Kabupaten Sampang, Madura. (Hendra/Zil)

Live Streaming

Search

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Who's Online

We have 69 guests and no members online