Logo  |||||||||||||  | 12 JULI : Hari Koperasi  | 22 JULI : Hari Kejaksaan  | 23 JULI : Hari Anak Nasional & Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  | 29 JULI : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara31 JULI : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati ||||||||   Logo Karimata

 

 

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN – Masih ingatkan anda kepada sosok Tua dan menginspirasi karena keteguhan dan keikhlasannya berjualan jualan kipas tradisional di utara Monumen Arek Lancor Pamekasan dari pada menjadi pengemis?.

Pak Sukarto namanya, setelah hampir 50 tahun akhirnya harus pulang ke tanah kelahirannya dan karena usia yang sudah semakin renta dan harus tidur di alam terbuka membuat kesehatannya semakin memburuk dan ingin kembali ke tanah kelahirannya di Kabupaten Lamongan.

Akhirnya hal tersebut direspon oleh sejumlah pihak, mulai dari Jurnalis, Radio Karimata, BPBD, RSD, Dinsos dan PMI Pamekasan berkoordinasi, untuk membantu kepulangan Pak Sukarto.

“Kondisi terkini dari kesehatan Pak Sukarto sudah membaik sehabis dirawat di Rumah Sakit umum Slamet Martodirjo Pamekasan,” Ujar Budi Cahyono, Anggota BPBD Pamekasan, kepada Radio Karimata.

Selanjutnya pak Sukarto diantarkan ke tempat asalnya di Lamongan bersama Tim BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Hari ini Selasa (30/08/2016) Pagi.

Sebelumnya saat diwawancarai oleh salah satu Reporter Radio Karimata, beberapa bulan lalu Sukarto mengaku berasal dari Dusun Dukoh Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan.

Kabar keberangkatan ke tempat asalnya itu membuat Pak Sukarto sangat senang dan cepat sembuh dari sakitnya. Menurut Budi Cahyono pihak keluarga Pak Sukarto sudah dihubungi dan akan bertemu di Kantor BPBD Lamongan, Jawa Timur.

Pak Sukarto sering menjadi inspirasi dengan keikhlasan dia. Bahkan jelang berangkat, tim terpaksa mengantarnya ke sebuah rumah di belakang pasar sore Kelurahan Gladak Anyar Pamekasan, hanya karena Ia ingin membayar hutang, bahkan saat tim akan membantu membayarkan, Pak Sukarto menolak .

“ Terimakasih pak Ini hutang pribadinya saat makan sehari-hari, sebesar Rp 30 ribu Jadi biarkan saya bayar dari sisa uang saya,” Ujar Pak Sukarto kepada Budi Cahyono yang mendampinginya.

Bahkan tim tertegun dengan apa yang disampaikan Pak Sukarto tersebut. “Saya hanya diam tertegun mas, sembari mempersilahkan turun dan menemui orang yang memberinya makan tersebut,” Kata Budi kepada Radio Karimata.

Tidak hanya itu saja, dalam wawancara sekitar Februari 2016 lalu, cerita pak Sukarto sempat menjadi viral (http://www.karimatafm.net/berita-utama/147-kipas-hidup-sukarto-di-sudut-kota-pamekasan.html)  karena kata-kata pak Sukarto saat mengetahui uang hasil menjual kipas dibawa kabur orang. Meski sudah mengejar namun tak berhasil dan sempat kecewa tapi apa yang disampaikan diluar dugaan.

“Mungkin dia (pencuri) itu lebih susah dari saya dan lebih membutuhkannya,” Kata Sukarto kepada Tim Berita Karimata Kala itu.

Sementara Pak Sukarto bersama Tim pengantar akhirnya tiba di kantor Dinas Sosial Lamongan sekitar Pukul 14.00 Wib setelah sebelumnya sempat mampir di Kantor BPBD Setempat. Setelah serah terima dengan Dinsos Lamongan, Tim menunggu kedatangan Radfin Keponakan karena tidak ada kendaraan dari rumahnya ke Kantor Dinsos, maka akan diantar menuju rumah kerabatnya tersebut. Selasa (30/08/2016). Sebelum pamit pulang Pak Sukarto, Keponakannya serta Dinsos setempat mengucapkan terimakasih atas respon Pemkab serta Masyarakat Pamekasan. (Hendra/Zel)

Live Streaming

Search

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Who's Online

We have 46 guests and no members online