|| 17 MEI : Hari Buku Nasional | 19 MEI : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia | 20 MEI : Hari Kebangkitan Nasional & Hari Bakti Dokter Indonesia | 21 MEI : Hari Peringatan Reformasi | 23 MEI : Hari Penyu Sedunia | 29 MEI : Hari Keluarga | 30 MEI : Hari Memberi | 31 MEI : Hari Tanpa Tembakau Sedunia |||     

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN – Komitmen Kementerian Pertanian RI memperhatikan nasib petani di Madura terus dilakukan. Setelah bantuan Rp.10 miliar lebih sebelumnya sudah diserahkan Kementan DR. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP, selanjutnya pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 135 Miliar kepada petani di Madura.

Hal itu kembali ditegaskan oleh Ir. Syukur Iwantoro, M.S, M.B.A Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian saat kunjungannya ke Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (23/02/2019) malam.

“Potensi luar biasa berada di Madura, sedikit disentuh Madura ini akan menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Sekjen Kementan usai pertemuan dengan Bupati KH.Busyro Karim bersama jajarannya di ruang pertemuan Rumah Dinas Bupati Sumenep.

Menurut Syukur, Kabupaten Sumenep memiliki paling luas wilayah di Madura serta wilayah pertanian dan peternakannya. Namun yang menjadi salah satu atensi kementerian terkait masalah ketersediaan air sehingga menjadi prioritas bantuan selain bidang pertanian.

“Ada beberapa bantuan kita serahkan, sesuai petunjuk pak Menteri Pertanian, bahkan nilai untuk Sumenep bisa mencapai Rp.32 Miliar atau bisa jadi Rp.35 Miliar,” ungkap Sekjen Mentan Syukur Iwantoro didampingi Bupati Sumenep dan Anggota Komisi IV DPR RI.

Syukur Iwantoro juga menjabarkan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Madura semisal membangun embung dan irigasi termasuk pompa air. Menurutnya dengan bantuan sekitar Rp.135 miliar se Madura ada beberapa bantuan khusus seperti;

  • Bantuan bidang pengairan
  • Mekanisasi, seperti eskavator dan alsintan
  • Sistem pengering produksi tani tanpa bahan bakar
  • Peningkatan potensi tenaga atau SDM di Madura semisal mengajak anak muda kembali ke pertanian, maka dibuat program Santri atau petani milenial
  • Bantuan pemasaran produk pertanian.

“Potensi jagung di Madura itu 365 ribu hektar, sehingga bukan mustahil Madura akan menjadi lumbung Jagung di Jawa Timur,” pungkasnya.

Yus Sudarso Anggota DPR RI asal Madura juga berharap ada percepatan pembangunan bidang pertanian di Madura. “Revitalisasi tanaman jagung, modernisasi pertanian, serta persoalan air saat kemarau menjadi fokus pembangunan di Madura yang harus lebih baik,” Ujarnya.

Selain itu Bupati Sumenep KH.Busyro Karim, mengaku berterimakasih atas bantuan dari pemerintah khususnya Kementan.

“Progam di pusat bersinergi dengan Sumenep, Industrialisasi pertanian menjadi target kita sehingga nanti produk pertanian bisa dijual ke luar Madura,” tuturnya.

Seperti disampaikan pihak Kementerian Pertanian RI, ada beberapa program bantuan, semisal bantuan perbaikan infrastruktur 2019. Kementerian Pertanian RI memberikan bantuan ke Madura, berupa pembangunan Embung sebanyak 6 unit, sedangkan Sumenep mendapat 2 unit.  

Bantuan lain jaringan Irigasi se Madura seluas 1.200 ha, Sedangkan di Kabupaten Sumenep mendapat 400 ha sekaligus bantuan Pompanisasi se Madura sebanyak 6 buah sedangkan Sumenep mendapat 4 unit pompa air.

Selain itu Kementan memberikan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk mendukung modernisasi Madura, antara lain bantuan Dryer ultrviolet se Madura mendapat 8 unit sedangkan kabupaten Sumenep mendapat jatah 2 unit, serta bantuan Power thresser multi se Madura 20 unit sedang Sumenep mendapat 8 unit.(hendra)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 59 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432