||||||||| 4 September: Hari Pelanggan Nasional | 8 September: Hari Aksara & Hari Pamong Praja | 9 September: Hari Olahraga Nasional | 11 September: Hari Radio Republik Indonesia (RRI) | 17 September: Hari Palang Merah Indonesia & Hari Perhubungan Nasional | 21 September: Hari Perdamaian Dunia | 24 September: Hari Tani | 26 September: Hari Statistik | 27 September: Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) & Hari Pariwisata Sedunia 1980 | 28 September: Hari Kereta Api | 29 September: Hari Sarjana Nasional | 30 September: Hari Peringatan Gerakan 1965|||||||||     

RADIO KARIMATA , JAKARTA - Sidang pembacaan putusan sengketa Pilkada Sampang 2018 dilaksanakan di Mahkamah Konstitusi (MK) Jam 14.00 sampai 16.00 Wib pada Rabu (5/9/2018) sore, dengan keputusan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Sampang, Madura.

Putusan MK tersebut memenangkan gugatan perselisihan penetapan perolehan suara hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sampang 2018 yang diajukan tim pasangan calon Hermanto Subaidi-Suparto (Mantap) ke MK.

Dalam gugatan itu tim pemenangan menyertakan bukti-bukti kecurangan dalam proses penghitungan suara dan pencoblosan. Salah satunya yang terjadi di beberapa TPS Desa Ketapang Timur, Desa Nipah Banyuates, Desa Patarongan Torjun, Desa Pamolaan Camplong, serta Desa Angsokah dan Desa Temoran Omben.

Berdasar informasi sebelumnya ada 27 TPS yang digugat tersebar 5 kecamatan, Buktinya ada sebanyak 53 keping CD berbentuk video, 27 berbentuk dokumentasi foto, dokumen C6 yang terpakai sebelum pemungutan suara, ada 137 saksi dari sejumlah TPS serta berkas pendukung lainnya.

Syamsul Muarif Ketua KPU Sampang saat On Air di Radio Karimata, Rabu petang  menegaskan, putusan MK mengharuskan KPU melakukan pemungutan ulang atau PSU.

“Benar memang putusan MK harus dilakukan pemungutan suara ulang, tapi kami belum membaca secara rinci hasil putusan tersebut apakah di 5 kecamatan atau seluruh TPS di Kabupaten Sampang,” Paparnya.

Syamsul mengaku siap menjalankan amanat MK tersebut berdasar konstitusi maksimal 60 hari pasca penetapan putusan tersebut.

“Kita belum memutuskan waktu persis pelaksanaannya, tapi yang jelas maksimal 60 hari sejak dibacakan,” Kata Syamsul.

Selanjutnya KPU Sampang akan segera menggelar rapat internal membahas langkah selanjutnya termasuk membicarakan sisa anggaran hingga persoalan update data Daftar Pemilih Tetap (DPT)

“Tentu kita akan membicarakan soal verifikasi DPT termsuk terkait keamanan dan lainnya, doakan agar bisa berjalan lancar dan suskes,” pungkasnya.

Sementara Cawabup H Suparto dari pasangan MANTAP saat On Air di radio Karimata juga mengaku senang karena putusan MK benar-benar memenuhi rasa keadilan dan melebihi ekspektasi tim Mantap.

“Alhamdulillah mas, ini justru melebihi ekspektasi kami, justru pemungutan ulang bukan 5 kecamatan tapi seluruh kabupaten, dan ini diikuti oleh seluruh pasangan calon,” Ujar H. Suparto Rabu (05/09/2018) petang.

Menurut H.Suparto pihaknya akan mengawal tentang verifikasi DPT karena persoalan tersebut sangat riskan dan salah satu penyebab terjadinya kecurangan.

“Tentu akan kami kawal terutama beberapa hal yang menjadi indikasi kecurangan pilkada sebelumnya,” Paparnya.

Ditanya tentang hasil PSU nanti, pihaknya siap dengan segala konsekwensi. “Jika sesuai dengan aturan yang berlaku tentu kami menghargai hasil demokrasi tersebut,” Pungkasnya.

Sementara sebelumnya hasil suara di Sampang, dari pasangan calon Pilkada Sampang 2018, paslon 1. Slamet Junaidi  dan Abdullah Hidayat (Jihad) 257.121 atau 38,0438 persen Paslon 2 Hermanto Subaidi dan Suparto (Mantap) raih 252.676 atau 37,3861 persen dan Paslon 3 Hisan dan Abdullah Mansyur (Hisbullah) raih 166.059 atau 24,5702 persen.  (Hendra/hil)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 32 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432