||||||||5 AGUSTUS : Hari Dharma Wanita Nasional | 8 AGUSTUS : Hari Ulang Tahun ASEAN | 10 AGUSTUS : Hari Veteran Nasional & Hari Kebangkitan Teknologi Nasional | 12 AGUSTUS : Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) | 13 AGUSTUS : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api | 14 AGUSTUS : Hari Pramuka | 17 AGUSTUS : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (sejak tahun 1945) | 18 AGUSTUS : Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945) | 19 AGUSTUS : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia | 21 AGUSTUS : Hari Maritim Nasional ||||||||||     

RADIO KARIMATA, MADURA - Masyarakat saat ini tidak perlu takut terhadap debt collector atau petugas penagihan yang dipekerjakan perusahaan pembiayaan (finance). Sebab debt collector juga memiliki sertifikasi atau kompetensi dibidangnya.

Bahkan debitur harus menanyakan kepada petugas (debt collector ) saat dicegat ditengah jalan dan hendak mengambil kendaraannya, masyarakat diharapkan untuk meminta kartu kompetensi atau sertifikasi yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan petugas resmi yang dipekerjakan oleh perusahaan pembiayaan (finance).

Ahmad Djunaedi, CEO PT. Panglima Arudam Jaya (PAJ) Indonesia, salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penagihan secara nasional, Selasa (17/07) pagi, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengikutkan seluruh staf dan pekerjanya dalam program sertifikasi/kompetensi dibidang penagihan tersebut.

Sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 29 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, debt collector harus sudah tersertifikasi.

Kalau petugas debt collector tidak memiliki kartu sertifikasi, perlu dipertanyakan dan bisa jadi itu debt collector abal-abal, sebab aturannya sudah jelas dan peraturan itu akan melindungi yang bersangkutan.

“ Kami berupaya meningkatkan kinerja perusahaan kami secara profesional, proporsional dan sesuai aturan dalam melaksanakan tugas,” tegas Edy sapaan akrabnya.    

Mungkin masyarakat banyak mengalami dan mendengar bahkan melihat bahwa debt collector atau petugas penagihan yang dipekerjakan perusahaan pembiayaan (finance), sangat kasar dan terkesan seperti preman. Dirinya menegaskan bahwa saat ini hanya yang bersertifikat dan kompeten yang bisa menarik kendaraan fidusia, atau kendaraan yang dijaminkan.

Ahmad Djunaidi menambahkan para debt collector memang tidak bisa berbuat semena-mena, bahkan sampai melakukan kekerasan, untuk menyita kendaraan debitur penunggak cicilan.

“ Perampasan kendaraan yang nunggak cicilan Itu jaman dulu, sekarang tidak bisa sembarangan saat bertugas, makanya anggotanya dibekali kartu sertifikasi/ kompetensi saat bertugas dilapangan,” ungkapnya.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait trutama kepolisian di semua daerah, bahwa petugas di PT. Panglima Arudam Jaya (PAJ), semua dibekali surat tugas dan kartu Sertifikasi Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI) dibawah naungan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI).

“ Tentu mereka lulus dalam ujian sertifikasi, kalau gak lulus tidak mungkin punya kartu sertifikasi,” tegas Edy.

Menurutnya, masyarakat harus meminta surat tugas itu sebelum menyerahkan kendaraannya, dan Polisi bisa mengenakan pasal pidana bagi petugas penagihan yang tidak mengantongi surat dan kartu kompetensi tersebut.(melly/hil)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 117 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432