||||||||| 1 NOVEMBER : Hari Inovasi | 5 NOVEMBER : Hari Cinta Puspa & Satwa Nasional | 10 NOVEMBER : Hari Pahlawan & Hari Ganefo | 11 NOVEMBER : Hari Bangunan Indonesia | 12 NOVEMBER : Hari Ayah Nasional & Hari Kesehatan Nasional | 14 NOVEMBER : Hari Brigade Mobil (BRIMOB) & Hari Diabetes Sedunia | 21 NOVEMBER : Hari Pohon | 22 NOVEMBER : Hari Perhubungan Darat | 25 NOVEMBER : Hari Guru | 28 NOVEMBER : Hari Menanam Pohon Indonesia | 29 NOVEMBER : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) |||||||||     

RADIO KARIMATA, SAMPANG – Keluarga korban pembacokan oleh tetangganya di Dusun Lengser Darma Camplong Sampang, membantah keras informasi di media massa yang menyebut latar belakang karena cemburu atau soal asmara.

“Itu fitnah dan tidak benar, adik saya dibacok hanya gara-gara cekcok mulut karena pelaku membonceng istrinya berpapasan dengan adik entah kenapa mengeluarkan kata-kata kasar, yang dibalas pula oleh adik saya, jadi tolong ralat latar belakang tersebut,” Kata Suhaidi Kakak korban di radio Karimata Rabu (20/06/2018) Petang.

Menurut Suhaidi, kejadian itu bermula saat adiknya melintas di jalan Lengser desa Camplong menuju rumahnya yang juga di desa Dharma Camplong Sampang, Selasa (19/06/2018) Sore. Saat di lokasi kejadian, korban SU 25 tahun mengendarai sepeda motor agak ketengah jalan, sehingga ditegur oleh pelaku inisial H 45 tahun yang berboncengan dengan istrinya menggunakan kata-kata yang dianggap kasar.

“Adik saya membalas kata-kata kasar dengan kalimat yang sama, sehingga istri pelaku yang berboncengan juga marah dan sempat cekcok dengan adik saya ini, justru pelaku itu mendatangi adik dan membacok di bagian kepala dan badannya,” Jelas Suhaidi saat on air di Radio Karimata, Rabu (20/06/2018) .

Suhaidi mengatakan pihak keluarga sudah melapor ke Polres tapi belum tahu tanggapan atau hasil penyelidikan Polres Sampang. Ia berharap kasus ini selesai dengan segera, agar tidak meluas terutama di internal keluarga besarnya.

“Yang paling penting mas, tolong sampaikan ke masyarakat, kasus ini bukan kasus perempuan atau asmara apalagi cemburu tidak sama sekali, sangat memalukan kalau hanya gara-gara asmara itu,”tegas Suhaidi.

Korban SU tersebut sempat akan mengejar pelaku namun ditahan oleh sang Ibu dan Neneknya yang mendengar kegaduhan tersebut dan berlari dari rumahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Dan menanyakan kepada pelaku, kenapa anaknya mau dibunuh.

“Saya tidak tahu kalau itu anak atau kompoi (Cucu.red) kamu, jawaban pelaku kepada Nenek dan ibu saya saat kejadian itu,” jelas Suhaidi menirukan pernyataan pelaku.

Sementara Korban SU 25 tahun hingga Rabu (20/06/2018) malam masih dirawat di RS Slamet Martodirjo Pamekasan, dengan kondisi belum stabil dengan luka di kepala bagian belakang, pipi dan ketiak belakang.

“Saya hanya minta keadilan saja, sementara kami masih percaya ke Polisi, dan fokus ke kesehatan andik sambil menunggu kerja polisi,” Pungkasnya.

Sedang AKP Hery Kusnanto Kasat Reskrim Polres Sampang kepada wartawan hanya membenarkan terjadinya kasus tersebut.

"Iya benar ada pembacokan di wilayah Camplong, tapi kasus ini masih kita selidiki," terang AKP Hery Kusnanto, Kasat Reskrim Polres Sampang, kepada wartawan Rabu (20/6/2018) pagi. (Hendra)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 36 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432