||||||||||||| 21 NOVEMBER : Hari Pohon | 22 NOVEMBER : Hari Perhubungan Darat | 25 NOVEMBER : Hari Guru | 28 NOVEMBER : Hari Menanam Pohon Indonesia | 29 NOVEMBER : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ||||||||||    

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN - Keluarga SA korban pemerkosaan yang terjadi di Desa Badung Kec. Proppo Pamekasan, beberapa bulan lalu, masih berharap Polisi bisa segera menangkap pelaku, yang sampai saat ini masih bereliaran. Pasalnya, peristiwa yang membuat korban mengalami trauma berat tersebut, sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian Resort Pamekasan, Selasa (29/08/2017) lalu.

Musa’i tokoh masyarakat Desa Blu’uren Kecamatan Karang Penang Sampang, yang juga paman korban mengaku, dirinya dan keluarganya, belum mengetahui sampai dimana kasus pemerkosaan yang dilaporkan ke Mapolres Pamekasan tersebut. “ Ya, saya tidak tau bagaimana kelanjutan dari laporan keluarga saya terkait pemerkosaan, ke Polres Pamekasan,” ungkapnya.

Tetapi menurut Musa’i, saat hendak laporan pada akhir Bulan Juli 2017 lalu, dirinya harus sabar dan menunda laporannya, karena ditolak pihak Polres. Dirinya bersama keluarga, baru bisa melaporkan setelah ketiga kalinya datang ke Mapolres Pamekasan. “ Saya melaporkan pemerkosaan itu, setelah ketiga kalinya, baru bisa diterima laporan,” ceritanya.

Laporan itu dilakuan dirinya, hanya untuk mendapatkan keadilan, atas tindakan dua orang yang telah memperkosa SA (17) ponakannya tersebut. Menurut penuturan SA, kronologis pemerkosaan itu, pertama kali dia di ajak LT warga Desa Tambak Kec. Omben Sampang, orang yang baru dikenalnya, dengan maksud untuk diperkenalkan kepada orang tuanya. Karena merasa serius, dia menerima ajakan LT, tetapi dia curiga karena jalannya kearah timur dari Kec. Omben. SA sempat menanyakan ke LT, kenapa kok jalan kearah timur ? “ Saya mau ajak kamu, ketemu temenku dulu,” katanya menirukan jawaban LT waktu itu.

Ternyata korban dibawa ke tempat yang sepi, tepatnya di daerah tegalan di Desa Badung Kec. Proppo, yakni tempat kejadian perkara (TKP). Disanalah dia bertemu SP warga Desa Campor Kec. Proppo, salah satu temen LT, dan disana pula dirinya dipaksa melakukan hubungan intim, dirinya berusaha menolak namun tidak berdaya setelah kedua laki-laki yang ditemuinya saat itu, mendekap dan mengikatnya dengan tali kemudian mengancam dengan sebilah celurit.

“ Dia dipaksa oleh dua orang, dengan tangan terikat dan juga ada ancaman dengan celurit, yang diperlihatkan,” ungkap Musa’i.

Setelah mengatahui detail peristiwa itu, keluarga meminta LT dihubungi untuk datang kerumah, tetapi tidak ada respon, lalu dirinya mendatangi rumah LT yang juga ditemui orang tuanya, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “ Saat itu kami hanya memberikan waktu tiga hari, untuk mempertanggung jawabkan perbuatnya, agar menikahi ponakannya, tetapi waktu berlalu tanpa ada jawaban,” katanya. Sehingga akhirnya, kami sepakat elaporkannya ke aparat Kepolisian.

Kami berharap Polisi segera memberitahukan sejauh mana kelanjutan kasus pemnerkosaan ponakannya itu dan segera menangkap pelaku, agar bisa menjadi efek jera kepada pelaku-pelaku kriminal, terutama kepada pelaku pemerkosaan ponakannya.

Musa’i juga menunjukkan bukti laporan ke polisi atas kasus perkosaan atau persetubuhan dengan nomer : P/275/VIII/2017/JATIM/RES PMK,tanggal 29 Agustus 2017. Bahkan dirinya sudah menghadirkan empat saksi dan bukti visum dari Rumah Sakit Pamekasan kepada penyidik Polres Pamekasan.

Muas’I juga mengabarkan bahwa kasus tersebut sudah ada respon buktinya empat orang yang diduga pelaku sudah diamankan oleh Polres Sampang.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Hari Siswo, belum bias dimintai komfirmasi karena saat di hubungi dan di sms belum merespon soal kasus tersebut.(Suhil/Hen)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 80 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432