||||||||||||| 21 NOVEMBER : Hari Pohon | 22 NOVEMBER : Hari Perhubungan Darat | 25 NOVEMBER : Hari Guru | 28 NOVEMBER : Hari Menanam Pohon Indonesia | 29 NOVEMBER : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ||||||||||    

RADIO KARIMATA, PAMEKASAN -  Peter Odemwingie dipastikan tak lagi bermain bersama Madura United. Ia mengaku takut bermain di Liga Indonesia, hal itu paska kejadian pertandingan Madura United Vs Bhayangkara, 8 November 2017 lalu. Ia merasa sangat beresiko dan khawatir jika terus bermain di Indonesia.

Menurut Presiden Klub Achsanul Qosasi, Peter betul-betul marah terhadap pemain lawan yang memprovokasi dirinya sejak awal pertandingan dengan cara tidak fair.

“Dia bermaksud mengembalikan DP yang sudah diberikan oleh Madura United dan dia tidak bersedia bermain di Liga Indonesia,” Ungkat Presiden Klub AQ.

Hingga akhirnya Kerjasama antara Madura United bersama Peter Odemwingie sudah dipastikan tidak akan berlanjut musim depan.  AQ sapaan akrab Achsanul Qosasi menegaskan bahwa bukan manajemen Madura United yang mengakhiri kerjasama tersebut. Ia mengatakan jika pemain asal Nigeria tersebut yang memang meninggalkan Indonesia.

Mantan strikerk Stoke  City tersebut menolak memperpanjang kontraknya dengan Management Madura United dengan alasan muak dengan putusan-putusan kontroversial PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).  

Yang membuat Odemwingie jengkel ketika tidak adanya perlindungan dari wasit kepada pemain saat di lapangan, terutama saat Madura United menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu 08 November 2017 lalu. Khususya ketika permainan kotor Indra Kahfi yang terkesan berupaya mencederai Peter Odemwigi justru tidak mendapat respon dari wasit. Beberapa kali tackling keras IndraKahfi tersebut menghantam kaki Odemwingie dengan keras sehingga dianggap melanggar kaidah fair play dalam olahraga Sepakbola.

Akibat tindakan Idra Kahfi tersebut betis Marquee Player Madura United tersebut mengalami bengkak . Ironisnya dilakukan oleh pemain Indra yang seharusnya tidak boleh tampil dalam laga tersebut lantaran terkena hukuman akumulasi kartu kuning.  Namun Meski  mengetahui tindakan itu wasit yang memimpin laga hanya mengganjar Indra Kahfi dengan kartu kuning.

Berbeda ketika Peter Odemwingie membalas permainan kotor Indra Kahfi tersebut justru langsung mendapat hukuman kartu merah dari wasit.

Dari sumber di internal Managemen Madura United menyebutkan, Peter Odemwingie sudah mendapat uang panjar kontrak musim depan dari manajemen Madura United yang nilainya disebut-sebut mencapai Rp10 miliar per musim kompetisi, naik dari musim lalu. Namun dengan keputusan itu, Odemwingie mengembalikan seluruh uang muka yang sudah diterimanya dan memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mengatakan tidak akan pernah kembali bermain di Indonesia dengan kompetisi yang amburadul.

“Peter mengembalikan uang muka kontrak dia musim depan kepada kita (Menejemen). Dia kecewa dengan kondisi sepak bola Indonesia dan memutuskan meninggalkan Liga 1 karena dinilai sangat berisiko terhadap karirnya di lapangan hijau,” Pungkas Achsanul Qosasi. (Hendra/Nst)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 13 guests and no members online