||||||||||||| | 16 OKTOBER : Hari Parlemen Indonesia & Hari Pangan Sedunia | 22 OKTOBER : Hari Santri Nasional24 OKTOBER : Hari Dokter Nasional & Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)27 OKTOBER : Hari Listrik Nasional 28 OKTOBER : Hari Sumpah Pemuda30 OKTOBER : Hari Keuangan |  ||||||||    

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, Mamat Jalil, terlihat mengenakan seragam dinas polisi, Selasa (22/12/2015).
Aksi ini dilakukannya untuk mengelabui simpatisan pasangan calon Anjas Taher dan Nurdin Abas (An-Nur) yang menggelar aksi palang jalan beberapa jam sebelum dilaksanakan rapat pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih Halmahera Timur oleh KPU setempat kemarin.

Seluruh kendaraan dinas yang melintas dirazia oleh para simpatisan sehingga Mamat bersama sopirnya yang menggunakan mobil sekretariat KPU sempat tidak bisa melintas menuju kantor KPU padahal rapat pleno akan dimulai.

Dia pun mengaku balik arah dan menghubungi Kapolsek Wasile Selatan Ipda Anthonio Effan terdekat untuk mencari cara melewati kerumunan massa aksi.

Dengan izin Anthonio, Mamat akhirnya mengenakan seragam dinas milik salah satu polisi berpangkat brigadir.

"Saya minta Kapolsek mencari cara mengelabui pendukung An-Nur, karena mereka mengetahui ada komisioner KPU lintas Sofifi-Maba, saya diminta menggunakan setengah dinas polisi lengkap dengan topi. Kemudian saya didampingi Kapolsek menggunakan satu mobil melewati kerumunan massa," katanya.

Anthonio yang dihubungi Rabu (23/12/2015) membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, Pak Mamat meminta bantuan karena dalam perjalanan dari Sofifi menuju Maba ada aksi di sekitar di jembatan memasuki Desa Subaim. Saya mencarikan jalan keluar yakni memakaikan seragam polisi demi keselamatan penyelenggara negara karena pertepatan dengan pleno penetapan paslon terpilih," ungkapnya.

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 33 guests and no members online