Logo  |||||||||||||  | 12 JULI : Hari Koperasi  | 22 JULI : Hari Kejaksaan  | 23 JULI : Hari Anak Nasional & Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  | 29 JULI : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara31 JULI : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati ||||||||   Logo Karimata

 

 

RADIO KARIMATA, JAKARTA - Sejumlah pejabat negara diduga mengambil keuntungan dari proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) tahun anggaran 2011-2012. Berdasarkan isi dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, ada 27 pejabat yang kecipratan uang proyek KTP-el, 24 di antaranya adalah anggota DPR.

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri Sugiharto didakwa melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam proyek KTP-el. Dakwaan dibacakan Jaksa Irene Putri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis 9 Maret 2017.

Berikut ini para pejabat negara yang diduga korupsi proyek KTP-el bersama Irman dan Sugiharto:

1. Isnu Edhi Widjaya selaku Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI);

2. Diah Anggraeni selaku Sekjen Kementerian Dalam Negeri;

3. Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Golkar di DPR RI;

4. Drajat Wisnu Setyawan selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri;

Korupsi itu juga menguntungkan anggota DPR RI periode 2009-2014:

5. Johannes Marliem;

6. Anas Urbaningrum;

7. Olly Dondokambey;

8. Marzuki Ali;

9. Mirwan Amir;

10. Melchias Marchus Mekeng;

11. Taufik Effendi;

12. Teguh Juwarno;

13. Chairuman Harahap;

14. Tamsil Linrung;

15. Ganjar Pranowo;

16. Yasonna H. Laoly;

17. Arief Wibowo;

18. Miryam S. Haryani;

19. Nu'man;

20. Abdul Hakim;

21. Abdul Malik Haramain;

22. Djamal Aziz;

23. Markus Nari;

24. Mustoko Weni;

25. Jazuli Juwaeni;

26. Agun Gunandjar Sudarsa;

27. Ignatius Mulyono.

Tak hanya itu, jaksa juga menyebut proyek KTP-el menguntungkan 37 anggota Komisi II DPR lainnya. Namun, nama-nama mereka tidak dirinci dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.

Proyek ini juga disebut memperkaya Perusahaan Umum Percetakan Negara RI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution,  PT Sandhipala Arthaputra, dan PT Sucofindo, manajemen bersama konsorsium PNRI. Atas perbuatan tersebut, negara merugi Rp2.314.904.234.275,39.(metronews.com/suk)

Live Streaming

Search

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Who's Online

We have 59 guests and no members online