|| 1 JUNI : Hari Lahir Pancasila, Hari Anak-anak Sedunia & Hari Susu Nusantara | 3 JUNI : Hari Pasar Modal Indonesia | 5 JUNI : Hari Lingkungan Hidup Sedunia | 8 JUNI : Hari Laut Sedunia | 10 JUNI : Hari Media Sosial | 15 JUNI : Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN | 17 JUNI : Hari Dermaga | 21 JUNI : Hari Krida Pertanian22 JUNI : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1527)  |  24 JUNI : Hari Bidan Nasional  |  26 JUNI : Hari Anti Narkoba Sedunia  |  29 JUNI : Hari Keluarga Berencana |||     

RADIO KARIMATA, BANGKALAN - Fenomena alam yang terjadi di selat Madura berupa munculnya garis pembatas atau warna yang beda di laut atau selat madura tepatnya di bawah Jembatan Suramadu menjadi perbincangan ramai masyarakat dan sempat viral di masyarakat Madura khususnya di media sosial, Selasa (19/03/2019) kemarin.

"Saya dapat video dari rekan yang kebetulan melintas di Suramadu mas kemarin, bahkan sekarang malah ramai banyak yang mau melihat lagi hari ini tapi sudah gak terlihat," ujar Lukman kepada radio Karimata.

Kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun silam di Selat Gibraltar yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negara Maroko dan Spanyol. Penjelasan secara fisika modern terkait fenomena ini baru ada di abad 20 M oleh ahli-ahli Oceanografi.

Para ilmuwan menjelaskan, karena Selat Gibraltar merupakan pertemuan antara dua laut yang berbeda, yaitu laut Atlantik dan laut tengah, maka ada fenomena yang menarik yang terjadi di sana. Kedua air laut bertemu namun kedua jenis air tersebut tidak bercampur. Dan garis batasnya pun dapat terlihat jelas. Fenomena ini disebut halocline.

Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah (Mediterania)  melalui Selat Gibraltar. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda. Suhu air berbeda. Kadar garam nya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda.

Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah. Air laut di Laut Tengah memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur, agar karakteristik air melebur.

Dalam buku Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk The Quran and Modern Science : Compatible or incompatible ?, Islamich Research Foundation, 2000.

Seorang ahli oseanografi bernama Francis J Cousteau pernah menyampaikan laporannya sebagai hasil pengkajiannya terhadap fenomena alam tersebut.

Fenomena ini juga disebabkan karena gaya fisika yang disebut 'tegangan permukaan'. Para ahli kelautan menemukan bahwa air dari laut-laut yang bersebelahan memiliki perbedaan massa jenis.

Para ilmuwan ini banyak yang mengkorelasikan penemuan-penemuannya dengan Alquran yang dijelaskan 14 abad silam. Karena Alquran ini menyimpan kunci berbagai pengetahuan yang mungkin akan terkuak pada kemudian hari. Salah satunya tentang fenomena dua air laut yang tidak menyatu (bercampur) dalam surah Ar-Rahmaan (55) ayat 19-20)

”Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman: 19-20)

Serta dalam surat lain di Al Quran .”(Q.S. Al-Furqaan ayat :53) “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

Tokoh agama di Madura berpesan agar fenomena alam atau sunnatullah tersebut menjadi pengingat agar kita meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. Karena kejadian di bawah jembatan Suramadu tersebut tergolong jarang terjadi.  Wallahu a’lam bi shawab.

Sementara Adi Hermanto, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Jawa Timur, kepada Radio Karimata mengatakan, bahwa hal tersebut bukan fenomena alam yang perlu diwaspadai.

 

“Di Selat Madura itu ada banyak muara, dugaan kami dua warna itu merupakan air dari dua muara di saratan sekitar,” ungkapnya saat onair di Dinamika Madura.

 

BMKG juga tidak mencatat adanya hal hal yang perlu diwaspadai dengan munculnya kejadian ini. Sehingga tidak berpengaruh pada fenomena alam yang akan terjadi. Sehingga pihaknya meminta masyarakat untuk tidak merisaukan hal tersebut.

(Hendra.Nst)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

   

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 49 guests and no members online

Logo Mitra Kerja

     

    

 

                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat

PT. RADIO SWARA KARIMATA

Jl.Raya Panglegur 123 Pamekasan
Tlp. 0324‐333555 / 333999
Fax. 0324‐331432