||||||||||||| | 16 OKTOBER : Hari Parlemen Indonesia & Hari Pangan Sedunia | 22 OKTOBER : Hari Santri Nasional24 OKTOBER : Hari Dokter Nasional & Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)27 OKTOBER : Hari Listrik Nasional 28 OKTOBER : Hari Sumpah Pemuda30 OKTOBER : Hari Keuangan |  ||||||||    

RADIO KARIMATA, - Sebanyak 1.117 anggota Gafatar di Kalimantan Barat dievakuasi, menyusul penolakan yang meluas oleh warga setempat atas kelompok tersebut. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut peristiwa itu sudah diantisipasi oleh aparat setempat.

"Terkait kejadian pembakaran dan anarkis mengusir kelompok Gafatar di wilayah Kalbar, saya sudah memerintahkan Dirjen PolPUM (Politik dan Pemerintahan Umum) untuk segera koordinasi ke daerah dan saya sudah koordinasi juga dengan Gubernur Kalbar dan jaringan intelijen," kata Tjahjo dalam pesan singkat, Rabu (20/1/2016).


Menurut Tjahjo, Gubernur bersama aparat Polda dan TNI sudah mencoba mengantisipasi masalah tersebut agar tidak meluas dan bisa mengendalikan situasi. Termasuk meminta mengirim mereka dievakuasi ke kampung asalnya.

"Gubernur sebagai presiden suku dayak menjamin masyarakat dayak di Kalbar tidak terlibat atau ikut campur, dan Gubernur Kalbar pastikan suku dayak Kalbar tidak terprovokasi dan terlibat," terangnya.kepada detik.com


"Menkopolhukam juga sudah koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri," imbuh Tjahjo.


Tjahjo meminta Pemda dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) harus menjamin tidak ada pengusiran atau kegiatan masyarakat yang anarkis. Kelompok Gafatar di daerah perlu dibina dan dievakuasi ke daerah asal. Aparat dan Satpol PP juga perlu ikut mejaga keamanan ketenangan daerah.

"Kepala daerah harus turun dan pro aktif," pinta Tjahjo.

"Kemendagri segera adakan Rakor Kesbangpol bersama kepala Satpol PP se-Indonesia minggu depan di Kemendagri," pungkasnya. 
(Suk/Yzl)

Live Streaming

MITRA USAHA

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Search

Who's Online

We have 32 guests and no members online